Robot sebagai blok pembangun keberhasilan SME (UKM - Usaha Kecil Menengah)

Robot sebagai blok pembangun keberhasilan SME (UKM - Usaha Kecil Menengah)

Swaminathan Vangal-Ramamurthy, Manajer Umum Divisi Bisnis Robotika, Omron Asia Pacific

UKM di Singapura merupakan komponen utama ekonomi kita: mereka memberikan kontribusi hingga hampir separuh dari produk domestik bruto (PDB) Singapura dan mencakup lebih dari 99 persen perusahaan yang dimiliki oleh Warga Negara Singapura. Dalam perbincangan saya dengan para pemimpin yang menjalankan UKM, saya belajar bahwa mereka seringkali menemukan hambatan dalam membuat suatu rencana jangka panjang, walaupun hal tersebut bukan karena kesalahan diri mereka sendiri. Mereka seringkali harus menghadapi tantangan bisnis sehari-hari, seperti meningkatnya biaya operasional dan kurangnya sumber daya.

Memang sulit untuk membayangkan diri Anda mengikuti kompetisi renang jika Anda masih harus berjuang untuk tetap bisa terapung di dalam air. Namun, UKM bisa mendapatkan keunggulan tersendiri dengan mengimplementasikan inovasi dan teknologi, dengan memanfaatkan peluang yang tersedia bagi mereka, yang bisa membantu mendorong bisnis mereka ke depan.

Sebagai suatu negara, Singapura sudah memahami bahwa untuk benar-benar menjadi suatu Smart Nation (Negara yang Cerdas), kita harus segera mengadopsi teknologi dalam setiap aspek kehidupan kita, demi meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Untuk memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas hidup kita dan menciptakan peluang ekonomi. Hal ini tidak berbeda untuk sektor UKM. Dengan skala usaha yang lebih kecil, UKM biasanya bersifat lebih gesit dalam kegiatan operasional mereka dan bisa lebih cepat beradaptasi saat menghadapi perubahan.

Robotika sebagai faktor pemicu dan pengaktif utama

Dengan konsumen di zaman modern yang selalu menginginkan produk dan layanan yang lebih hebat, lebih baik, lebih cepat, teknologi robotika mungkin bisa bertindak sebagai katalis pengubah bisnis yang dibutuhkan oleh beberapa UKM. Di berbagai industri yang ada, robot sudah membantu berbagai macam bisnis untuk mengatasi tantangan umum yang dihadapi, seperti kekurangan tenaga kerja dan pemborosan sumber daya yang ada.

Robot juga menjadi lebih cerdas, lebih murah untuk diterapkan, dan lebih mudah untuk dioperasikan. Di bidang manufaktur, robotika berpotensi untuk meningkatkan produktivitas karena bisa beroperasi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa waktu henti operasional, dan bahkan bisa membantu dalam hal tindakan pemeliharaan prediktif.

Yang lebih penting lagi, robotika, dengan teknologi presisi yang ada, bisa menghadirkan proses dengan kualitas yang lebih tinggi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Selain itu, dalam lanskap manufaktur zaman ini, di mana berbagai macam produk semakin disesuaikan dengan kebutuhan dan diperbarui secara berkala, robotika bisa menawarkan penggantian produk dengan cepat melalui jalur produksi yang fleksibel dan bisa dikonfigurasi ulang.

Namun, apakah robot akan menggantikan manusia?

Pada kenyataannya, robot bisa bekerja sama dengan manusia, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi manusia. Di satu sisi, robot bisa mengerjakan tugas-tugas yang bersifat kasar dan repetitif, yang memungkinkan para pekerja manusia untuk fokus pada pekerjaan yang lebih menuntut dan memberikan kepuasan kerja yang lebih baik. Keterampilan para pekerja manusia juga bisa ditingkatkan dan dilatih ulang untuk mengoperasikan robot-robot ini.

Robot telah berevolusi

Robot di zaman ini telah berevolusi, dari bentuknya di masa lalu yang kompleks, besar, dan tidak mudah untuk dipindahkan. Banyak robot yang sekarang bahkan bisa dikenakan di tubuh manusia! Saya semakin sering menemui operator yang memiliki pengetahuan terbatas di bidang teknik atau TI, yang dilatih dengan cepat untuk menggunakan robot-robot ini. Suatu hal yang fantastis, memperkenalkan robot ke sektor industri layanan seperti perawatan kesehatan dan industri ramah tamah, di mana pengetahuan TI yang signifikan tidak menjadi suatu kewajiban utama.

Dalam lingkungan bisnis yang bersifat disruptif di zaman ini, bisnis yang sukses perlu memikirkan dasar fundamental mereka untuk tetap bisa bertahan hidup. Banyak UKM yang harus menemukan kembali jati diri mereka secara terus-menerus dan mengadopsi model bisnis yang paling sesuai atau berisiko untuk kalah saat bersaing dengan para kompetitor mereka.