Biskuit baru terbaik di Indonesia – buatan Anda?

Orang Indonesia suka biskuit

Biskuit sangat populer di Indonesia, dengan nilai pembelian lebih dari $1 miliar setiap tahunnya. Namun, perkiraan jangka panjang untuk biskuit Indonesia mungkin tidak semanis itu. Industri biskuit diprediksi hanya akan tumbuh sekitar 4 persen per tahun hingga 2018, sama seperti di tahun 2008, yang artinya produsen biskuit akan mengalami kesulitan dalam memperoleh keuntungan. Produsen biskuit memiliki beberapa pilihan agar dapat terus menjalankan bisnis: terus bersaing dalam harga, kualitas, atau menciptakan inovasi. Pilihan terakhir akan melibatkan pembuatan biskuit baru yang mampu menarik minat dan sesuai dengan selera konsumen Indonesia.

Satu merek biskuit yang dirancang secara khusus untuk orang Indonesia memiliki hampir 300.000 orang yang “Suka” di Facebook – jumlah yang sangat banyak untuk satu biskuit! Karena itu, tampak bahwa biskuit mampu menginspirasi banyak loyalitas merek di Indonesia, khususnya terkait masalah emosional seperti kesehatan anak-anak.

Bagaimana jika mereka mampu melakukan ketiganya? Semestinya akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi produsen, tetapi juga bagi pembeli biskuit di seluruh Indonesia. Bayangkan saja, Anda tidak hanya mendapatkan biskuit manis berkualitas tinggi dengan harga yang murah, tetapi juga menyesuaikannya dengan selera!

With 3D printing, biscuits take on a whole new level of personal creativity.

Biskuit pencetakan 3D, wujudkan keinginan Anda

Pencetakan 3D memungkinkan terwujudnya hal ini. Benar sekali, sekarang bahkan biskuit dapat dicetak dengan teknologi pencetakan 3D. Oreo, kue yang dibuat Nabisco memadukan penggunaan pencetakan 3D dengan pengalaman pribadi yang memungkinkan pelanggan membuat kue khusus hanya dalam satu menit. Teknologi ini menawarkan pengalaman yang benar-benar baru kepada pelanggan saat mengonsumsi kue. Akankah biskuit khusus menjadi solusi bagi produsen biskuit di Indonesia saat ini? Sekarang, sebagian besar biskuit 3D dibuat dengan tangan (tanpa bantuan alat) atau bergantung pada penggunaan cetakan biskuit untuk mendapatkan ukuran, bentuk, berat, dan kepadatan yang sama, sekaligus menjaga rasanya. Biskuit yang diproduksi dengan cara ini tidak hanya memiliki warna dan ukuran yang berbeda, tetapi dapat menimbulkan reaksi yang lebih positif ketika sudah berada di tangan konsumen atau loyalitas merek.

Dengan pencetakan 3D, pembuat biskuit dapat memproduksi serangkaian biskuit yang jauh lebih besar, tetapi hanya dalam jumlah kecil dan dengan harga yang lebih tinggi. Ini karena pencetakan 3D sangat berbeda dengan proses produksi hari ini yang menggunakan otomatisasi.

Akhirnya, pencetakan 3D dapat membawa kebahagiaan kepada jutaan orang di Indonesia dan di seluruh dunia.
Budi Sutanto, Managing Director PT, Omron Electronics Indonesia.
Smart cameras allow for precise monitoring of biscuits produced.

Lihat biskuit, cetak biskuit, makan biskuit

Disinilah serangkaian teknologi sensor canggih Omron diterapkan. Kunci untuk memproduksi biskuit yang sempurna bergantung pada pemantauan yang ketat terhadap biskuit yang dihasilkan. Sensor presisi dari Omron dapat memastikan konsistensi dalam produksi dengan memasukkan kembali data biskuit yang dicetak ke mesin produksi. Misalnya, dengan menggunakan sensor vision Omron, kita dapat mendeteksi warna biskuit, memastikan tidak ada biskuit yang pucat dan kurang matang, dan menyesuaikan suhu oven agar setiap kue dipanggang dengan sempurna.Teknologi sensor tajam Omron bahkan dapat mendeteksi apabila label biskuit dicetak dengan baik! Hal ini memastikan bahwa seluruh proses produksi, hingga rasa dari setiap biskuit, dapat dikontrol secara ketat dan kualitasnya dapat dijamin.

"Penerapan pencetakan 3D dapat dilakukan di industri produksi apa pun, termasuk retail makanan seperti produsen biskuit", kata Budi Sutanto, Direktur Eksekutif, PT Omron Electronics Indonesia., Bisnis Otomatisasi Industri "Produksi di Indonesia, apakah kepingan cokelat atau cip komputer, akan memiliki efisiensi dan variasi produk khusus yang lebih besar.

Sensor presisi Omron dapat benar-benar membantu produsen inovatif dalam memastikan kualitas dan konsistensi hasil. Teknologi ini penting agar jalur produksi menjadi cukup responsif dalam memenuhi selera konsumen yang cepat berubah dan personalisasi sesuai pilihan mereka.

"Akhirnya, pencetakan 3D dapat membawa kebahagiaan kepada jutaan orang di Indonesia dan di seluruh dunia, yang memungkinkan biskuit menjadi lebih pribadi sehingga memunculkan hubungan emosional. Setiap biskuit akan menjadi biskuit favorit Anda. Rasa manis yang akan muncul dari pencetakan 3D tidak hanya terkait dengan rasa makanan; itu hanyalah contoh lain tentang bagaimana otomatisasi, sebagai bagian penting dari pencetakan 3D, menjadi ramuan utama dari kebahagiaan setiap orang".

Bisakah otomatisasi menghadirkan kebahagiaan?
#PurePossibility