Keselarasan antara manusia dan teknologi

Tak lama setelah dimulainya pengembangan robot ping-pong, para ahli teknik Omron berhasil membuat robot itu mengayunkan bet berdasarkan kalkulasi sensor dan kontroler.

Tetapi, berapa kali pun mencoba, robot itu tak pernah bisa memukul bola. Dia bahkan tak bisa mengembalikan bola ke lawan. Jika pemain manusia yang bermain melawan orang lain, tak terlalu sulit melakukan reli ping-pong. Namun, dibutuhkan teknologi yang sangat tinggi jika ingin mempertahankan permainan reli antara pemain manusia dan mesin.

Pertama-tama, bola yang dipukul pemain dideteksi oleh sensor yang kemudian menghitung cara pengembaliannya ke lawan. Selanjutnya, kontroler mengendalikan robot agar memukul bola menurut data yang dihitung. Kontrol ini sangat presisi, dengan resolusi 1/1000 detik.

Yoshiya Shibata, ahli teknik yang bertanggung jawab atas pengembangan ini, menyatakan bahwa bagian tersulitnya adalah menentukan penyebab robot tidak bisa memukul bola.

"Kami tidak bisa menentukan apakah masalahnya terletak pada kalkulasi posisi pemukulan bola atau pada deviasi waktu pada saat perintah memukul diberikan. Saat itu juga ada jeda waktu antara perintah dan gerakan robot. Selain masalah tersebut, bola terus bergerak. Mengidentifikasi penyebab masalah dalam lingkungan dengan presisi 1/1000 detik sangatlah menantang."