Empat Cara Cerdas untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Tahukah Anda bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di wilayah Asia Tenggara? Disebut juga dengan “pembunuh diam-diam”, kondisi medis ini telah mengakibatkan 8,5 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Dan yang lebih mengkhawatirkan, semakin banyak orang muda terdiagnosis berisiko terkena penyakit jantung, yaitu dilaporkan hingga 39,1 persen dari kelompok usia 15 sampai 45 tahun di Indonesia, berdasarkan penelitian terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kecenderungan ini dapat dikaitkan erat dengan pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup modern yang terlalu banyak duduk diam, ditambah lagi dengan penggunaan alkohol dan tembakau yang berbahaya. Untungnya, kunci untuk menghentikan penyakit jantung adalah kesadaran umum, pencegahan, dan deteksi awal.

Penyakit jantung mengakibatkan 8,5 juta kematian setiap tahun di Asia Tenggara.

Faktor risiko, Pencegahan, dan Deteksi Awal

Saat ini, hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan tiga penyebab utama penyakit jantung. Berita bagusnya, risiko tersebut dapat dikurangi secara signifikan dengan mempertahankan gaya hidup sehat, yang memadukan pola makan seimbang dan olahraga teratur.

Makanan berkolesterol tinggi seperti mentega boleh dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit dan lebih jarang. Namun demikian, makanan cepat saji dan daging olahan yang banyak mengandung lemak trans sebaiknya dihindari. Olahraga dapat memperkuat jantung dan menghilangkan stres. Latihan kardio seperti bersepeda, khususnya, dapat menurunkan tekanan darah dan merupakan olahraga pembakaran lemak yang sempurna.

Lebih lanjut, dengan teknologi yang semakin canggih, semua orang dapat memantau kondisi kesehatan diri tanpa harus pergi ke klinik atau rumah sakit, mudah dan terjangkau dengan tambahan privasi di rumah mereka sendiri. Berikut adalah empat cara untuk melakukannya.

Metode 1: Hipertensi dan Monitor tekanan darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi umum, yang biasanya berkembang selama bertahun-tahun tanpa gejala apa pun, tetapi dapat menimbulkan komplikasi lain seperti serangan jantung dan stroke.

Untuk deteksi awal, Anda perlu memonitor tekanan darah. Ada begitu banyak pilihan produk, tetapi yang terbaik adalah produk digital yang sepenuhnya otomatis dan mudah dioperasikan. Pengukuran di lengan atas juga lebih akurat. Tekanan darah yang sehat adalah antara 80 untuk diastolik dan 120 untuk sistolik.

Metode 2: Diabetes dan Monitor Glukosa Darah

Meskipun sama-sama umum dijumpai, diabetes di sisi lain berhubungan erat dengan gula darah (glukosa) tinggi. Penderita diabetes biasanya lebih sering haus, lapar, dan buang air kecil.

Monitor glukosa darah dapat mengukur tingkat glukosa darah dalam hitungan detik.

Semua orang dapat mengukur tingkat gula darah mereka dengan alat pengukurun gula darah yang hanya sebesar telapak tangan. Alat ini menggunakan lancet (jarum khusus) untuk menusuk ujung jari pengguna. Untuk mendapatkan hasil pembacaan, setetes darah diambil dan diaplikasikan ke strip tes yang terpasang pada monitor. Angka 70 sampai 140mg/dL dianggap sebagai rentang yang normal.

Metode 3: Obesitas dan Monitor Komposisi Tubuh

Obesitas adalah kondisi kronis ketika seseorang memiliki lemak tubuh berlebih, sehingga menimbulkan efek buruk pada kesehatan. Lemak tubuh terakumulasi seiring berjalannya waktu ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakarnya.

Tidak seperti mesin pengukur berat badan yang hasilnya bisa tidak akurat karena massa otot dan kepadatan tulang, alat monitor komposisi tubuh memberikan gambaran yang jauh lebih akurat dengan menghitung lemak tubuh. Tersedia dalam versi genggam dan pijakan, alat monitor ini juga dapat mengukur laju metabolisme dan indeks massa tubuh.

Meskipun persentase lemak tubuh tergantung usia, rentang yang wajar adalah antara 18 dan 24.

Metode 4: Kesehatan Terhubung, Perangkat yang dapat dipakai, Aplikasi

Kesehatan Terhubung, yang memanfaatkan Internet dan seluler, adalah teknologi terbaru untuk melawan penyakit jantung. Melalui perangkat yang dapat dikenakan seperti Project Zero dari Omron, para praktisi medis dapat terus-menerus memantau kesehatan pasien mereka, dari jarak jauh dan secara mandiri dalam waktu nyata sebelum timbulnya kondisi yang mengancam jiwa!

Project Zero dari Omron

Bayangkan dunia tanpa serangan jantung. Dengan bentuknya yang seperti jam tangan cerdas, monitor tekanan darah yang dapat dipakai bernama Project Zero dari kami dapat terhubung secara nirkabel ke ponsel cerdas, mengunggah dan berbagi hasil pengukuran dengan perawat atau dokter, melalui aplikasi kesehatan Omron.

Ada banyak aplikasi terkait penyakit jantung lainnya di pasaran. Kalkulator Risiko JBS 3, misalnya, memungkinkan pengguna memasukkan data untuk menentukan kemungkinan mereka mengalami serangan jantung dan stroke. Stress Check Pro, di sisi lain, memanfaatkan kamera ponsel cerdas untuk mengukur dan mendeteksi detak jantung abnormal.

Omron berkomitmen menyelamatkan jiwa

Salah satu target kami di Omron adalah mempromosikan pencegahan masalah kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti penyakit jantung. Untuk menggapai visi ini, kami telah mengembangkan sebuah ekosistem produk perawatan kesehatan di rumah tingkat lanjut. Selain perangkat monitor yang disebutkan di atas, Omron juga merupakan produsen utama untuk termometer, nebulizer, dan pemijat denyut untuk pasar massal.

Di bidang edukasi, kami juga bekerja sama erat dengan organisasi non-pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran publik mengenai masalah dan risiko kesehatan. Omron dan Yayasan Jantung Indonesia (Indonesia Heart Foundation) baru-baru ini memperpanjang memorandum pemahaman untuk meningkatkan kesadaran terkait pencegahan penyakit jantung di seluruh wilayah Indonesia.