Bisakah otomatisasi membantu masyarakat Asia Tenggara hidup lebih lama dan bahagia?

Komunitas yang sehat adalah komunitas yang bahagia, tempat semua orang bisa mengejar mimpi mereka dan yakin dengan hidup yang panjang dan sejahtera. Tetapi banyak komunitas di wilayah Asia Tenggara diserang oleh berbagai penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskuler dan diabetes yang tak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga mata pencaharian begitu banyak keluarga. Bisakah otomatisasi mengurangi dampak penyakit tersebut dan menyediakan kehidupan yang lebih sehat dan bahagia bagi masyarakat, di mana pun mereka tinggal atau apa pun mata pencaharian mereka?

Pada tahun 2012, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit jantung iskemik – yang menyebabkan serangan jantung – membunuh hampir 70 ribu orang di Thailand. Stroke membunuh hampir 350 ribu orang di Indonesia pada tahun yang sama. Dan hampir 7 persen penduduk di kedua negara tersebut menderita diabetes per tahun 2012, yang membuat mereka berisiko lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit, mulai dari serangan jantung hingga kebutaan dan gagal ginjal.

Sebagian besar penyakit kronis ini disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti merokok dan pola makan tidak sehat. Merokok, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler secara signifikan, membuat warga Thailand harus mengeluarkan biaya sebesar lebih dari 12 miliar baht setiap tahun untuk biaya medis, yang mana biaya paling besar adalah untuk serangan jantung dan stroke. Tak hanya itu, banyak dari risiko ini yang menjadi jauh lebih banyak dijumpai. Obesitas, yang meningkatkan risiko diabetes, dialami oleh hampir 10 persen anak Indonesi pada tahun 2010; di tahun 2013, angka tersebut berlipat menjadi hampir 20 persen. Di Jakarta, hampir 3 dari 10 anak mengalami obesitas!

“Penyakit kardovaskuler dan diabetes dapat berdampak besar bagi perorangan dan keluarga,” ujar Kazuhide Kondo, Direktur Pelaksana Omron Healthcare Thailand dan Presiden Direktur Healthcare Indonesia. “Pekerja yang mengalami serangan jantung atau stroke seringkali tidak bisa kembali bekerja, dan mungkin memerlukan pemeriksaan medis yang mahal sepanjang hidupnya. Hal ini merupakan beban berat bagi keluarga, terutama di wilayah pedesaan atau pedalaman yang jauh dari rumah sakit dan dan kekurangan infrastruktur serta staf yang berkualifikasi. Dan frekuensi penyakit jantung dan diabetes yang terus meningkat ini artinya semakin banyak warga Thailand dan Indonesia yang berisiko mengalami keadaan yang dapat merusak kehidupan ini di usia yang lebih muda.”

Apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan serangan pembunuh diam-diam di Asia Tenggara ini?

Mendeteksi penyakit sebelum terlambat

Walaupun saat ini belum ada obat untuk penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, hal ini dapat dicegah dan dikendalikan jika dokter dapat mendeteksi tanda-tanda peringatan seperti tekanan darah tinggi lebih awal. Saat deteksi menjadi lebih terjangkau dan mudah, akan semakin rendah kemungkinan orang tidak menyadari kondisi kesehatannya, dan semakin tinggi kemungkinan untuk menghindari risiko berbahaya dari penyakit tersebut.

Untungnya, monitor tekanan darah kini lebih murah dan mudah diakses, termasuk alat yang dapat digunakan sendiri di rumah. Teknologi baru juga dapat membuat pemeriksaan tekanan darah lebih mudah dan akurat. Alat Pemeriksaan Vaskuler dari Omron, misalnya, merupakan monitor tekanan darah yang memancarkan gelombang ultrasound untuk mengukur indeks kekakuan dinding arteri dan mendeteksi penyumbatan atau pembekuan darah dengan keakuratan lebih tinggi daripada monitor elektronik standar. Alat ini juga sangat portabel dan tidak memerlukan banyak infrastruktur, sehingga cocok untuk klinik di negara besar yang mana seringkali tempat terdekat membutuhkan waktu berjam-jam perjalanan.

Dukungan dan pendidikan untuk masyarakat sama pentingnya dengan teknologi baru ini dalam melawan penyakit kardiovaskular. Pada tahun 2016, Omron memperbarui kemitraannya dengan Yayasan Jantung Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan dan gaya hidup sehat, agar pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang bersifat preventif lebih banyak tersedia di seluruh Indonesia.

“Kami sangat bangga karena dapat melanjutkan kolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) selama dua tahun ke depan,” ucap Kondo terkait kemitraan ini. “Penyakit jantung adalah ancaman yang sangat nyata. Dengan meningkatnya penyakit jantung di Indonesia, semakin banyak orang yang berisiko terkena penyakit tersebut dan sangat penting untuk memberikan penyuluhan kepada warga Indonesia mengenai cara menjaga kesehatan. Di Omron, kami percaya dengan pengambilan tindakan pencegahan. Karenanya, kami berharap untuk meneruskan momentum yang telah kami bangun bersama YJI dalam bidang kesadaran masyarakat, pendidikan, konseling, dan akses ke teknologi pemantauan kesehatan.

“Sejak kami menciptakan monitor tekanan darah dan termometer digital pertama kami lebih dari 30 tahun yang lalu, kami bertekad memberdayakan masyarakat untuk mengendalikan kesehatan mereka di rumah melalui teknologi yang presisi. Kami percaya bahwa pemantauan tekanan darah di rumah sebagai tambahan pemantauan rutin di rumah sakit dapat membantu deteksi awal dan pencegahan hipertensi, dan tahap awal dari penyakit jantung."

Kendalikan kesehatan diri mulai sekarang

Kenyataannya, kini masyarakat dapat mengatasi pemeriksaan kesehatan diri sendiri tanpa harus selalu pergi ke dokter. Saat ini, semakin banyak orang yang mengenakan perangkat “wearable” seperti gelang pelacak kebugaran, tetapi perangkat genggam yang membuat Anda bisa memantau statistik kesehatan diri sudah ada sejak lama. Tahukah Anda bahwa Omron mengembangkan monitor tekanan darah pertama kami untuk penggunaan di rumah pada tahun 1978? Saat ini, Monitor Glukosa Darah dari Omron, contoh lain dari alat pemantauan, cukup kecil dan mudah digunakan bagi semua orang. Dengan alat ini, penggunanya bisa mengambil sampel darah dengan cepat dan tanpa rasa sakit, lalu menghitung level glukosa darahnya sendiri, yang dapat membantu mereka dan dokter menentukan level risikonya terhadap diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Alat seperti ini sangat terjangkau – jauh lebih murah daripada pergi ke rumah sakit – dan juga memungkinkan orang memantau kondisinya sendiri lebih sering. Terlepas dari deteksi awal, alat ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes, karena mereka dapat menggunakannya untuk mengatur level asupan gula dengan keakuratan lebih tinggi. Selain itu, hal ini dapat menekan biaya perawatan dan pasien dapat lebih leluasa dalam mengatur keseimbangan antara perawatan dengan gaya hidup mereka.

Penyakit jantung dan diabetes adalah pembunuh diam-diam yang dapat memicu kerugian besar tak hanya terhadap kehidupan invidu, namun juga komunitas tempat tinggalnya, Namun demikian, teknologi yang mudah dan terjangkau dapat mencegah serangan pembunuh ini. Di tempat dengan peningkatan risiko masalah kesehatan ini, seperti di Thailand dan Indonesia, otomatisasi dapat membantu masyarakat mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dengan lebih mudah dan terjangkau.

Bisakah otomatisasi menciptakan kebahagiaan?
#KemungkinanSepenuhnya