Indonesia - dunia kemungkinan yang sesungguhnya

"Suatu perusahaan memiliki nilai tertinggi ketika berkontribusi pada masyarakat lebih dari sekadar mengejar keuntungan."
Kazuma Tateisi, Pendiri, Omron

Ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat tidak berdiri sendiri - mereka saling memengaruhi untuk mengubah cara kita menghadapi dunia dan hidup dari generasi ke generasi. Bisakah satu perusahaan meningkatkan kehiudpan dan memperkaya masyarakat di seluruh dunia? Di Omron, kami percaya jawabannya adalah bisa. Itulah alasan kami mengajak semua teknisi kami untuk berpikir, bermimpi, dan menginspirasi dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi pekerjaan mereka.

Berpikir: Bisakah mesin melihat lebih baik daripada manusia?

Kapan terakhir kali Anda mendapatkan paket makanan yang hanya terisi setengah, atau dikemas berbeda dari yang lainnya? Pernahkah Anda harus mengembalikan produk karenanya? Insiden seperti ini sangat jarang terjadi saat ini, namun bukan karena manusia menjadi lebih teliti. Ini berkat kerja mesin yang dapat "melihat" kesalahan tersebut dan memperbaikinya setiap kali.

Memastikan semua produk memenuhi standar kualitas adalah pekerjaan yang sangat melelahkan dan berulang-ulang. Bayangkan Anda harus melihat ribuan produk terus-menerus setiap hari untuk mencari kesalahan. Anda akan merasa luar biasa bosan! Namun demikian, mesin dapat melakukan tugas ini (disebut pemeriksaan visual di industri) tanpa merasa lelah atau kehilangan konsentrasi, sehingga kualitas produk lebih konsisten serta hemat biaya pemeliharaan. Itulah alasan produk pemeriksaan visual seperti FH Vision Controller kami menjadi patokan pada pabrik-pabrik di seluruh dunia.

"Omron menyadari bahwa operator manusia dapat langsung menemukan kecacatan atau kesalahan hanya dengan melihat produk, jadi apakah mesin juga bisa melakukannya?" ucap Innocentio Aloysius Loe, Application Engineer, PT Omron Electronics. "Hal ini memungkinkan pengembangan berbagai solusi pemeriksaan visual yang bekerja dengan cara yang sama seperti manusia - contohnya, melihat objek dan membandingkannya dengan objek lain dengan detail yang sangat presisi atau memeriksa konsistensi warna - namun dengan skala dan konsistensi yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat atau harus dilakukan oleh mata manusia.

Kontroler Omron kini dapat membaca beberapa hal seperti tanggal kedaluwarsa, mendeteksi kecacatan di bawah lapisan pelicin atau cat, dan bahkan menghitung jumlah barang di dalam berbagai jenis kotak. Semua hal ini jauh dari yang dapat dilihat secara kasat mata, sehingga kualitas produk jauh lebih konsisten serta memberikan peluang kepada pekerja manusia untuk mencari langkah kerja yang lebih memuaskan (seperti perancangan kemasan) yang tidak dapat dikerjakan oleh mesin.

"Seiring meningkatnya volume dan kompleksitas produksi di Indonesia untuk bersaing dengan pasar Asia, bisnis tidak dapat hanya bergantung pada mata manusia untuk memastikan produk mereka dalam kondisi terbaik," ujar Innocentio. "Teknologi seperti pemeriksaan visual tak hanya akan membantu pangsa bisnis, namun juga memberi kesempatan kepada tenaga kerja Indonesia untuk mengerjakan hal yang lebih dari sekedar tugas berulang-ulang serta memegang peran yang lebih produktif - memperkaya komunitas dan kehidupan di seluruh negara."

Bermimpi: Produk yang tepat, di waktu dan tempat yang Anda butuhkan

Kita tak hanya memiliki produk dengan kualitas lebih tinggi, namun jenisnya lebih banyak dari yang pernah ada - dan daftarnya akan terus bertambah banyak. Di Indonesia, misalnya, jumlah produk kosmetik yang dijual meningkat sebanyak 150% dalam satu tahun! Sebagai konsumen, kita menginginkan produk yang sesuai dengan gaya hidup serta karakter pribadi kita, tetapi bisakah produsen memenuhi tuntutan ini?

"Mimpi produsen adalah untuk dapat menyediakan produk yang tepat kepada konsumen saat mereka menginginkan atau membutuhkannya," ucap Christian Hadinata, Teknisi Aplikasi, PT Omron Electronics. "Kami menyadari bahwa kuncinya adalah memaksimalkan tak hanya kecepatan produksi di pabrik, namun seberapa cepat mereka bisa memprogram ulang mesin dan sistem untuk produk baru. Dari situ, solusinya sudah jelas: daripada menggunakan berbagai macam perangkat terpisah, kita dapat menghubungkan semua ke satu sistem kontrol yang dapat kita program ulang dalam waktu singkat."

Untuk mewujudkan mimpi produsen ini, Omron mengembangkan Sysmac, sebuah "platform otomatisasi mesin" yang menghubungkan segala macam perangkat produksi penting ke satu perangkat lunak. Ini artinya produsen saat ini dapat menggunakan satu perangkat saja untuk mengubah operasi seluruh pabrik untuk mulai membuat produk baru, menghasilkan kategori produk lain, atau bahkan menjalankan simulasi untuk melihat apakah mereka dapat membuat produk tersebut secara efisien atau tidak.

"Banyak produsen pengemasan di Indonesia kini menggunakan Sysmac atau platform serupa, yang memungkinkan mereka menawarkan yang diinginkan konsumen jauh lebih cepat daripada pesaing yang tidak menggunakan platform ini," ucap Christian. "Hal ini lebih penting dari sebelumnya: sektor produksi Indonesia telah kehilangan lebih dari setengah pangsa pasarnya dalam dua dekade terakhir, yang direbut negara Asia lain. Untuk menghindari kerugian yang lebih jauh, produsen Indonesia harus mewujudkan mimpi mereka untuk menjadi lebih responsif terhadap permintaan yang berubah-ubah dan lebih efisien dalam memenuhi permintaan tersebut.

"Di masa mendatang, konsumen Indonesia akan dapat merasakan manfaat dari produk yang lebih disesuaikan dan personal ketika hal tersebut menjadi patokan, yang mengarah pada pengalaman yang jauh lebih kaya dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam waktu dekat mungkin akan lebih banyak lagi produk yang disesuaikan dengan gaya hidup dan kondisi tubuh unik setiap orang!"

Menginspirasi: Cahaya lampu keamanan

Lebih dari 9,3 juta turis datang ke Indonesia pada tahun 2014, dan angka itu bertambah lebih pesat daripada sebelumnya. Turis juga harus melewati pemeriksaan keamanan yang lebih banyak: untuk demam dan penyakit, zat terlarang, dan tentunya detektor logam. Namun pikirkan juga para teknisi, pengemudi, dan staf lapangan lain yang bekerja di bandara - seringkali berdekatan dengan bahaya besar seperti bahan bakar jet dan mesin berat!

Keselamatan bukan hanya masalah bagi staf lapangan di bandara. Banyak industri besar lainnya di Indonesia, seperti produksi dan pertambangan, juga memerlukan tindakan pengamanan keselamatan yang dapat menjauhkan staf dari bahaya di berbagai lingkungan. Masalah seperti ini mengarahkan Omron untuk mengembangkan perangkat yang disebut Safety Light Curtain - lembaran cahaya lampu yang, jika terhalang oleh tangan atau bagian tubuh lain, akan menyalakan alarm atau mematikan operasi mesin berbahaya yang dicakupnya.

Safety Light Curtain biasanya digunakan di lini perakitan otomotif, namun juga bisa berfungsi dalam segala lingkungan berbahaya. Perangkat ini tidak memiliki komponen bergerak yang dapat menimbulkan bahaya (seperti percikan bunga api atau listrik statis) dari alat itu sendiri, sehingga mennjadikannya ideal utnuk area seperti bandara yang seringkali di dalamnya terdapat zat yang mudah terbakar.

"Di lintasan tarmac bandara dan di pabrik produksi, teknisi dan pekerja harus terus waspada terkait zona mana yang dapat atau tidak dapat diakses dengan aman: risiko seperti sengatan listrik dan gas mudah terbakar tidak selalu bisa diprediksi atau jelas terlihat secara kasat mata. Sistem berbasis cahaya dapat dimatikan dan dinyalakan secara otomatis tergantung pada waktu atau situasi, dan juga dapat membunyikan alarm seketika apabila ada orang yang masuk ke area berbahaya - jauh lebih cepat daripada sistem manual seperti kamera keamanan," ujar Muhamad Alfi Yasien, Teknisi Aplikasi, PT Omron Electronics.

"Untuk industri yang berkembang pesat seperti pariwisata, perusahaan di Indonesia memiliki tanggung jawab lebih besar utnuk menjamin keselamatan pekerjanya apabila mereka ingin dapat memenuhi permintaan dari masyarakat dan mendapatkan reputasi kualitas kelas dunia. Kami sangat berharap bahwa safety light curtain akan menjadi inspirasi bagi bisnis dan pekerja industri di seluruh dunia untuk tidak menganggap keselamatan sebagai beban, namun sebagai hal penting dan bahkan menarik untuk dipertahankan."

Bisakah otomatisasi menciptakan kebahagiaan?
#PurePossibility